Thursday, November 10, 2016

Pengertian Array pada Struktur Data



Salah satu Struktur Data yang teramat penting adalah Array atau Larik.
Array dapat didefinisikan sebagai suatu himpunan hingga  elemen, terurut dan homogen. Atau Dapat didefinisikan juga sebagai pemesanan alokasi memory sementara pada komputer.
 
Terurut : Dapat diartikan bahwa elemen tersebut dapat diidentifikasi sebagai elemen pertama, elemen kedua dan seterusnya sampai elemen ke-n.
Homogen : Adalah bahwa setiap elemen dari  sebuah Array tertentu haruslah mempunyai type data yang sama. Sebuah Array dapat mempunyai elemen yang  semuanya berupa integer atau dapat pula seluruhnya berupa character atau String bahkan dapat pula terjadi suatu Array mempunyai elemen berupa Array pula.

Karakteristik Array :
1. Mempunyai batasan dari pemesanan alokasi
    memory (Bersifat Statis)
2. Mempunyai Type Data Sama
    (Bersifat Homogen)
3. Dapat Diakses Secara Acak
Adapaun jenis Array yang akan dipelajari adalah :
1.  Array Dimensi Satu (One Dimensional)
2.  Array Dimensi Dua (Two Dimensional)
3.  Array Dimensi Banyak (Multi Dimensional)

1.  ARRAY DIMENSI SATU (One Dimensional)
                Deklarasi : Var A : Array[1..N] Of Type Data;
               Penggambaran secara Logika :
array+dimensi+1
  

Harga minimum dari subskrip suatu Array disebut sebagai batas bawah atau lower bound (L), sedangkan harga maksimumnya disebut batas atas atau upper bound (U).
PEMETAAN ARRAY DIMENSI SATU KE STORAGE
Mapping Storage Array Dimensi Satu
Rumus :  @A[I] = B  + {U - 1} * L
Dimana   @A[I]  : Posisi Array Yg Dicari
                B : Posisi Awal Array di Memory Komp.
                U : Subkrip atau Indeks Atas Array
                L : Besar Memory dari St. Type Data
Rumus menentukan jumlah elemen dalam Array :
Jumlah Elemen :
n
p (Ui – Li)
i=1
p = Pi (Perkalian dari statemen sebelumnya)
  {Dosen membuat contoh aplikasi mapping
    array dimensi  satu}

2.  ARRAY DIMENSI DUA (Two Dimensional)
B.U : Var A : Array[1..N,1..M] Of Type Data;

Sering digunakan dalam menterjemahkan matriks pada pemrograman.
Mis : Var A : Array[1..3,1..4] Of Integer;

Terbagi Dua cara pandang (representasi) yang berbeda :
1. Secara Kolom Per Kolom (Coloumn Major Oder)
@M[i,j] = @M[1,1] + {(j - 1) * K + (i - 1)} * L

2. Secara Baris Per Baris (Row Major Order)
@M[i,j] = @M[1,1] + {(i - 1) * N + (j - 1)} * L

Ket :  I = Baris, j = kolom, L = panjang elemen
K = Banyaknya kolom
N = Banyaknya baris
 
3.  ARRAY DIMENSI TIGA (Three Dimensional) dan Dimensi   Banyak (Multidimensional)
      B.U : Var A : Array[1..N,1..M,1..P,1..R,…] Of Type Data;

Pada dasarnya hanya pengembangan dari array dimensi tiga, yaitu :
@M[n,m,p,r,….] = @M[1,1,1,1,….] + {(n-1)*(Ui-Li+1)+(m-1)*(Ui-Li+1)+ (p-1)* (Ui - Li + 1)+……} * L

TRINGULAR ARRAY (ARRAY SEGITIGA)
Beberapa aspek pelinieran suatu Array yang harus ditinjau adalah Tringular Array. Tringular Array dapat merupakan Upper Tringular (seluruh elemen di bawah diagonal utama = 0), ataupun Lower Tringular (seluruh elemen di atas diagonal utama = 0).
Dalam Array Lower Tringular dengan N baris, jumlah maksimum elemen <> 0 pada baris ke-I adalah = I, karenanya total elemen <>0, tidak lebih dari
                                N
                         SIGMA     I = N(N+1)/2
                                I=1

tringular+array
Gambar       (a)  Upper Triangular Array
                    (b)  Lower Triangular Array
               

Contoh berikut.
tringular+array

SPARSE ARRAY (ARRAY JARANG).
Suatu Array yang sangat banyak elemen nol-nya, dikenal sebagai Sparse Array, contohnya adalah Array A pada Gambar berikut :
sparse+array

Read more

Friday, November 4, 2016

Pengertian Hukum Bisnis

Berikut saya akan coba ulas pengertian hukum bisnis yang saya tahu, semoga bermanfaat yah, dan inilah sedikit ulasannya.


HUKUM  BISNIS
Apakah Hukum itu ?
Hukum adalah Aturan-aturan perilaku yang telah ditetapkan oleh suatu masyarakat.

Amerika Serikat membagi hukum atas 3 bagian
1. Hukum Umum (Common Law)
Adalah  suatu bentuk keputusan yang diwariskan secara turun temurun oleh pengadilan yang menangani kasus-kasus individu.
2. Undang-Undang (Statutory Law)
Hukum yang diciptakan oleh badan legislatif federal, Negara bagian atau local.
3. Hukum Pengaturan (regulatory Law)
Adalah hukum yang diciptakan oleh badan-badan kewenangan administratif.

Sistem Pengadilan di Amerika Serikat terdiri dari 3 Tingkatan:
1. Pengadilan tingkat pertama
Pengadilan umum yang mendengarkan kasus-kasus yang tidak ditangani secara  khusus oleh pengadilan lain.
Contoh:  penghindaran pajak, penipuaan, perselisihan internasional atau tuntutan terhadap pemerintah Amerika serikat.
2. Pengadilan Tingkat Banding
Pengadilan yang meninjau kembali catatan kasus pengadilan tingkat pertama yang keputusanya diajukan naik banding.
3. Mahkamah Agung
Kasus-kasus yang tetap tidak terselesaikan pada tingkat banding bisa naik banding ke mahkamah Agung.

Perselisihan melewati pengadilan melalui 7 Langkah:
1. Proses pengadilan biasanya diawali ketika seseorang atau satu organisasi merasa disalahkan oleh pihak lain. Pihak yang merasa dirugikan adalah pengugat (plaintiff). Pihak yang dituntut melakukan pelanggaran adalah tergugat (defendant).
2. Pengugat mendaftarkan gugatan secara formal dengan juru tulis pengadilan yang sesuai.  Gugatan adalah pernyataan tertulis dengan pengugat merincikan tuduhannya dang anti rugi yang diharapkan.
3. Tergugat kemudian diberikan kesempatan untuk menjawab gugatan. Biasanya jawaban tersebut menceritakan sisi lain dari kasus tersebut.
4. Jika pengugat ingin melanjutkan tindakanya, kedua pengacara kemudian akan menjalankan serangkaian maneuver yang rumit  yang disebut sebagai proses penemuaan dan mosi prapengadilan. Mosi praperadilan merupakan petisi kepada hakim sehubungan dengan batasan yang akan ditetapkan mengenai kesaksian,kesesuaian bukti,Dll.
5. Pada pengadilan kedua pihak mengajukan bukti-bukti, memberikan kesaksiaan  dari saksi-saksi yang mendukung, meneliti kembali saksi yang diajukan lawan,dan memberikan argument penutup.
6. Sehubungan dengan mosi yang berhasil menggagalkan atau menarik suatu tuntutan, maka kasus akhirnya akan diambil oleh juri atau seorang hakim untuk membuat keputusan.
7. Pihak yang kalah dalam pengadilan tingkat pertama dapat naik banding atas keputusan tersebut dengan berbagai macam alasan.

Pengertian Hukum Bisnis

A.Hukum Kontrak (Contract Law)
Kontrak adalah persetujuan antara 2 pihak atau lebih yang dilaksanakan dalam pengadilan. Untuk itu ada 6 kondisi yang harus dipenuhi:
     1. Perjanjian (Agreement), yaitu penawaran dan penerimaan yang serius, pasti,dan dikomunikasikan atas kondisi tertentu.
     2. Persetujuan (consent), sebuah kontrak tidak dapat dilaksanakan apabila ada pihak terkena kesalahan,penipuan, atau tekanan.
     3. Kapasitas (capacity), Untuk memberikan persetujuan yang sah, kedua pihak harus mendemonstrasikan kapasitas legal.biasanya anak yang berumur (18 atau 21) tidak bisa masuk dalam perjanjian yang mengikat.
     4. Pertimbangan (consideration).
     5. Adalah setiap pertukaran hal-hal yang bernilai antara 2 pihak agar tercipta suatu kontrak yang sah.
     6. Legalitas (legality)
Suatu kontrak harus ditujukan untuk suatu tujuan hukum sah dan harus memenuhi hukum dan peraturan-peraturan.
         
Bentuk yang pantas (proper form)

B. Hukum Kesalahan (tort law)
Adalah kerugian yang dialami perseorangan, property atau reputasi yang harus ditebus. Ada 3 klasifikasi kesalahan :
     1. Kesalahan Disengaja, adalah kesalahan yang terjadi akibat tindakan yang yang disegaja oleh suatu pihak.
     2. Kesalahan tidak disengaja, Dijalankan dibawah standar hukum dalam melindungi pihak lainya dari resiko yang tidak masuk akal.
     3. Kesalahan produk (product liability tort), Kesalahan dengan suatu perusahaan bertangung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh produk-produknya.

C. Hukum Properti
Adalah semua yang memiliki  nilai yang terhadapnya seseorang atau bisnis memiliki hak kepemilikan tunggal.
Membagi property kedalam 4 kategori:
     1. Properti nyata berwujud (tangible real property), adalah Tanah dan segala sesuatu yang diatasnya
     2. Properti pribadi Kentara (tangible personal property), adalah setiap barang bergerak yang dapat dimiliki,dijual,atau disewakan.
     3. Properti pribadi tak berwujud (itangible personal property), adalah property yang tidak dapat dilihat tetapi ada berdasarkan dokumen tertulis.
     4. Properti intelektual (intelektual property) adalah property yang diciptakan melalui aktivitas kreatif seseorang.

D. Hukum Dagang (commercial Law)
     1. Uniform commercial code, adalah sekumpulan hokum terstandarisasi yang mengatur  hak-hak pembeli dan penjual dalam transaksi.
     2. Garansi, adalah janji penjual untuk selalu siap sedia membetulkan produk  atau jasanya apabila terjadi masalah setelah penjualan.
     3. Garansi tegas, adalah garansi yang ketentuan dan syaratnya secara spesifik dikemukakan oleh penjual.
     4. Garansi Penuh, adalah garansi yang diatur oleh hukum , dimana produk-produk harus memenuhi janji yang telah diiklankan dan digunakan sebagaimana tujuan produk tersebut dimaufaktur dan dijual.

E. Hukum Kebangkrutan (Bankruptcy Law)
Bangkrut adalah Izin yang diberikan oleh pengadilan kepada perseorangan dan organisasi untuk tidak membayar sebahagian atau seluruh hutang-hutang mereka.
     1. Kebangkrutan paksa (involuntary bankruptcy) adalah proses pengajuan permohonan bankrupt yang diprakarsai oleh kreditor dari perseorangan  atau organisasi yang berhutang padanya.
     2. Kebangrutan sukarela(voluntary bankruptcy) adalah proses pengajuan keterangan bangkrut yang diprakarsai oleh perseorangan atau organisasi yang berhutang.

Kebangkrutan Usaha (business bankrupty) Harus memutuskan salah satu  dari 3 rencana:
     1. Berdasarkan rencana likuidasi (liqudation plan), usaha akan dihentikan. Asetnya akan dijual dan hasilnya dipakai untuk membayar kreditor.
     2. Berdasarkan rencana pembayaran kembali,perusahaan yang bangkrut hanya perlu menyusun jadual pembayaran baru untuk memenuhi kewajiban-kewajibanya. Rentang waktu biasanya diperpanjang, dan pembayaran dikumpulkan dan didistrbusikan oleh wakil yang diangkat oleh pengadilan.
     3. Reorganisasi (reorganization),adalah bagian yang paling rumit  dari kebangkrutan usaha . perusahaan harus menjelaskan penyebab kesulitan keuanganya dan mengusulkan sebuah rencana baru bagi sisa usahanya.
Read more

Thursday, November 3, 2016

DBMS (Data Base Management System)

DBMS (Data base Management System)

DBMS adalah  perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membuat, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data

BAHASA dalam DBMS
A.  Data Definision Language (DDL)
      Hasil kompilasi dari   perintah DDL adalah satu set dari table yang disimpan dalam file khusus disebut data dictionary/directory.
B.  Data Manipulation Language (DML)
      Bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk akses atau memanipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat
Secara dasar ada dua tipe DML :
Prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya contoh dbase III, foxbase
Non prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya. Contoh  SQL, QBE.

FUNGSI DBMS
1. Data Definition, DBMS (Data Base Management System) harus dapat mengolah pendefinisian data
2. Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data
3. Data Security & Integrity, DBMS harus dapat memeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA 
4. Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan – kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb
5. Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
6. Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin

KOMPONEN DBMS
1. Query Prosesor, komponen yang mengubah bentuk query kedalam instruksi kedalam database manager
2. Database Manager, menerima query & menguji eksternal & konceptual untuk menentukan apakah record – record tersebut dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kemudian database manager memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan
3.File manager, memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan disk
4. DML Prosessor, modul yang mengubah perintah DML yang ditempelkan kedalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi
5. DDL compiler, merubah statement DDL menjadi kumpulan table atau file yang berisi data dictionary / meta data
6. Dictionary manajer, mengatur akses dan memelihara data dictionary

PERBEDAAN TRADITIONAL FILE MANAGEMENT (FMS) DENGAN DATABASE  MANAGEMENT SISTE (DBMS)
TRADITIONAL FILE MANAGEMENT
1. Bersifat program oriented
2. Bersifat kaku
3. Terjadi kerangkapan data dan tidak terjaminnya keselarasan data ( data inkonsistensi)

DATABASE FILE MANAGEMENT (DBMS)
1. Bersifat data oriented
2. Bersifat luwes/fleksible
3. Kerangkapan data serta keselarasan data dapat terkontrol
Keterangan :
Program oriented “ Susunan data  di dalam file , distribusi data pada peralatan strorage, dan organisasi filenya dipilih sedemikian rupa, sehingga program aplikasi dapat menggunakan secara optimal “
Data oriented “ Susunan data, organisasi file pada database dapat dirubah, begitu pula strategi aksesnya tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada “.

ARSITEKTUR SISTEM DATABASE
Terbagi menjadi 3 tingkatan :
   1. Internal level : “ Menerangkan struktur penyimpanan basisdata secara fisik dan organisasi file yang digunakan “
   2. Konseptual level “ Menerangkan secara menyeluruh dari basisdata dengan menyembunyikan penyimpanan data secara fisik “
   3. Ekternal level : “ Menerangkan View basisdata dari sekelompok pemakai

DATA INDEPENDENCE
Merupakan salah satu kelebihan system database dimana DBA dapat merubah struktur storage & stategi akses dakam pengembangan system database tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.

TINGKAT DATA INDEPENDENCE
1. Physical data independence, yaitu “perubahan internal schema dapat dilakukan tanpa menggangu conceptual schema”.
2. Logical data independence, yaitu” Conceptual schema dapat dirubah tanpa mempengaruhi ekternal schema”.

ALASAN  PERLUNYA  PRINSIP  DATA INDEPENDENCE  DITERAPKAN  PADA PENGELOLAAN  SISTEM  DATABASE
1. Database Administrator dapat merubah isi, lokasi dan organisasi database tanpa mengganggu program aplikasi yang ada
2. Vendor hardware & software pengelolaan data bisa memperkenalkan produk - produk baru tanpa mengganggu program - program aplikasi yang telah ada
3. Untuk memudahkan perkembangan program aplikasi
4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi security dan integritas data, dengan memperhatikan perubahan - perubahan kebutuhan user.
Read more