Thursday, March 31, 2016

Pengertian Nilai Informasi

Nilai perubahan dalam perilaku keputusan yang disebabkan oleh informasi dikurangi oleh biaya informasi. Bila informasi baru menyebabkan diambilnya keputusan berbeda, maka nilai informasi baru adalah perbedaan nilai antara hasil keputusan lama dan baru dikurangi biaya untuk memperoleh informasi

Lebih lanjut, sebagian besar informasi tidak dapat persis ditafsir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditafsir nilai efektifitasnya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit. Nilai informasi ini didasarkan atas 10 sifat, yaitu :

A. Mudah diperoleh
    Sifat ini menunjukkan mudahnya dan cepatnya informasi dapat diperoleh. Kecepatan memperoleh dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, beberapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.
B. Luas dan lengkap
    Sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur dan karena itu sulit mengukurnya
C. Ketelitian
  Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi. Dalam hubungannya dengan volume data yang besar biasanya terjadi duaa jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.
D. Kecocokan
    Sifat ini menunjukkan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi. Semua keluaran lainnya tidak berguna, tetapi mahal mempersiapkannya. Sifat ini sulit mengukurnya
E. Ketepatan waktu
  Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada para pemakai biasanya tepat waktu. Dalam beberapa hal ketepatan waktu dapat diukur,
F. Kejelasan
   Sifat ini menunjukkan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas. Membetulkan laporan dapat memakan biaya yang besar.
G. Keluwesan
    Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan lebih dari satu keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang pengambil keputusan, sifat ini sulit diukur tetapi dalam banyak hal dapat memberikan nilai yang dapat diukur
H. Dapat dibuktikan
     Sifat ini menunjukkan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama
I. Tidak ada prasangka
   Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya
J. Dapat diukur
    Sifat ini menunjukkan hakekat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.

Perkiraan Nilai Informasi Kondisi / Sifat Tunggal

a = 20
b = 30
c = 15
Matrik hasil, berdasarkan informasi Sebelumnya (yg tidak tepatKeputusan : b

a = 20
b = 22
c = 30
Matrik hasil, berdasarkan informasi (Yang tepatKeputusan : c
Nilai informasi :30 – 22 = 8
Nilai hasil: masih mengandung ketidakpastian

a = membuat sendiri sistem, jika kontrak gagal, sistem bisa dipakai sendiri
b = pembuatan sistem dikontrakan seluruhnya, jika kontrak gagal, tidak ada hasilnya
c = mengontrak beberapa orang untuk membuat sistem, jika kontrak gagal, sistem bisa dipakai sendiri (dengan pelatihan-pelatihan untuk tenaga tetap)

Berikut ini adalah perhitungan nilai harapan (nilai ekspektasi)

Strategi a : (0.60x20) + (0.40x18) = 19.20

Strategi b: (0.60x30) = 18.00

Strategi c: (0.60x15) + (0.40x8) = 12.20

Maka strategi a dipilih karena mempunyai nilai ekspektasi Paling tinggi.
Read more

Tuesday, March 29, 2016

Penetapan Tujuan Organisasi

A. TUJUAN :
Ada dua unsur penting tujuan, yaitu :
  - Hasil akhir yang di inginkan diwaktu mendatang
  - Usaha-usaha atau kegiatan sekarang diarahkan

Tujuan dapat berupa :
  - Tujuan umum (strategic)
  - Tujuan khusus
  - Tujuan akhir
 
Tujuan antara
Fungsi Tujuan bagi Organisasi :
  - Pedoman bagi kegiatan
  - Sumber legitimasi
  - Standar pelaksanaan
  - Sumber motivasi

B. TIPE-TIPE TUJUAN
Perrow membagi 5 (lima) tipe tujuan, yaitu :
  - Tujuan kemasyarakatan (societal goals)
  - Tujuan keluaran (output goals)
  - Tujuan system (system goals)
  - Tujuan produk (product goal)
  - Tujuan turunan (derived goals)

C. PROSES PERUMUSAN TUJUAN
proses+perumusan+tujuan

Bidang yang harus ditetapkan tujuan (Peter Drucker) , yaitu :
  - Posisi pasar
  - Produktivitas atau efisiensi
  - Sumber daya phisik dan keuangan
  - Profitabilitas (tujuan laba).
  - Inovasi
  - Pengembangan manager
  - Pengembangan sikap karyawan
  - Tanggungajawab social publik

Dalam upaya proses perumusan tujuan yang efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
  - Libatkan individu-individu
  - Manajer puncak hendaknya menurunkan tujuan-tujuan pada tingkatan-tingkatan yang lebih rendah.
  - Tujuan harus realistic
  - Harus jelas
  - Tujuan-tujuan umum hendaknya dinyatakan secara sederhana
  - Tujuan bidang fungsional organisasi harus konsisten dengan tujuan umum
  - Tinjau kembali tujuan yang telah ditetapkan

D. MANAGEMENT BY OBJECTIVES (MBO)
Unsur-Unsur Umum Sistem MBO
  - Merumuskan tujuan secara jelas
  - Komitmen pada program
  - Mendidik dan melatih manajer
  - Penetapan tujuan manajemen puncak dan harus dapat diukur.
  - Penetapan tujuan perseorangan
  - Mendorong partisipasi bersama
  - Otonomi dalam implementasi rencana
  - Peninjauan kembali prestasi (umpan balik)

Kekuatan dan Kelemahan MBO
Kekuatan :
  - Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
  - Membantu dalam perencanaan
  - Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
  - Membuat para individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
  - Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu.

Kelemahan MBO :
  - Membutuhkan waktu dan usaha
  - Meningkatkan banyaknya kerta kerja
  - Memerlukan banyaknya perubahan dalam struktur organisasi, pola wewenang dan prosedur pengawasan.
  - Membutuhkan pelatihan baru baik bagi manajer maupun kepada karyawan.
  - Penentuan deskripsi (uraian) jabatan sangat sulit dan memakan waktu
  - Penetapan dan pengkoordinasian tujuan sangat sulit.
Read more

Wednesday, March 23, 2016

Pengorganisasian dan Struktur Organisasi

PENGORGANISASIAN

Dalam kehidupan di zaman serba modern ini, mengatur sebuah kelompok sangatlah diperlukan agar kelompok tersebut berjalan sesuai rencana. Maka sekarang sangatlah penting untuk kita mengetahui ilmu dasar dari Pengorganisasian, sehingga sebuah kelompok dapat teratur dalam menjalankan suatu tujuan.

A. Proses dan Elemen Pengorganisasian

Proses (tahap-tahap) pengorganisasian :
1. Menjabarkan Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
2. Menetapkan Kegiatan
3. Mengelompokkan tugas-tugas secara fungsional
4. Mendistribusikan tugas-tugas dalam unit-unit
5. Menetapkan otoritas dan system hubungan kerja antar unit

Elemen dasar pengorganisasian :
1. Pekerjaan (work) 
2. Orang (People) 
3. Lingkungan tugas (Task Environment) 
4. Jaringan kerja  (Network)

B. Manfaat pengorganisasian 

Cara pencapaian tujuan lebih jelas
1. Karyawan mengetahui pekerjaan apa yang harus dikerjakan 
2. Memungkinkan penggunaan fasilitas fisik sesuai dengan tuntutan kebutuhan kerja.
3. Hubungan kerja yang jelas antara pekerja dalam satu unit maupun dengan pekerja di unit lainnya
4. Memungkinkan pekerja mengetahui jangkauan otoritas dan tanggungjawabnya 

STRUKTUR ORGANISASI
A. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi :
1. Strategi organisasi. 
2. Teknologi yang yang digunakan.
3. Karyawan yang terlibat dalam organisasi.
4. Ukuran organisasi.

B. Unsur-unsur struktur organisasi 
1. Spesialisasi kegiatan 
2. Standarlisai kegiatan 
3. Koordinasi kegiatan
4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan 
5. Ukuran satuan kerja 

C. Bagan Organisasi Formal
Bagan organisasi menggambarkan 5 aspek utama struktur organisasi :
1. Pembagian Kerja
2. Manajer dan bawahan atau rantai perintah
3. Tipe-tipe pekerjaan
4. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
5. Tingkatan manajemen

Bentuk Bagan Organisasi
1. Bentuk pyramid
2. Bentuk Vertikal
3. Bentuk horizontal
4. Bentuk lingkaran

D. Departementalisasi
Bentuk – Bentuk Departementalisasi
1. Departementalisasi Fungsional
2. Departementalisasi Produk
3. Departementalisasi Wilayah
4. Departementalisasi Pelanggan
5. Departementalisasi Proses atau peralatan
6. Departementalisasi Waktu
7. Departementalisasi Pelayanan
8. Departementalisasi Proyek dan Matriks

Demikian sedikit materi tentang organisasi dan strukturnya, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. 
Read more

Monday, March 21, 2016

Etika dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis

Pengertian dan peran Lingkungan perusahaan dalam penciptaan Nilai Barang dan Jasa.

Lingkungan Perusahaan (business environment) adalah sekumpulan sumber daya (resources), kekuatan (force), dan lembaga (institution) yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan dalam menciptakan Nilai, barang dan Jasa.

Nilai (Value) merupakan kumpulan manfaat (utility) yang dapat diberikan suatu produk.

Nilai (Value) dilihat dari sudut  pandang konsumen dan Perusahaan

Dari sudut pandang Konsumen
Nilai suatu produk akan memiliki nilai yang semakin tinggi apabila dengan harga yang sama, konsumen memperoleh produk yang memiliki kualitas dan Feature yang lebih baik.

V= Q + F/ P

Dimana  V  adalah Value
Q adalah  Quality sebagaimana dipersepsikan oleh konsumen.
F adalah  Feature produk yang diangap memiliki value oleh konsumen.
P adalah Price ( harga beli produk oleh konsumen)

Dari sudut Pandang Perusahaan

Selisih antara kesediaan pembeli untuk membayar  harga suatu produk dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan  untuk memproduksi barang dan jasa sampai menyediakan barang dan jasa tersebut ditempat pembeli membutuhkan

Penciptaan Nilai  (Value Creation )  barang dan jasa dalam kaitanya dengan lingkungan perusahaan terjadi dalam tiga tahapan, yaitu :

1. Penciptaan Nilai pada tahap Input.
Bagaimana perusahaan memilih dan memperoleh input yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa, akan sangat menentukan berapa besar nilai yang dapat diciptakan oleh perusahaan pada tahap ini.

2. Penciptaan Nilai pada tahap proses ( Convertion Stage)
Pada tahap ini  perusahaan menggunakan berbagai  keunggulan  teknologi produksi dan juga kemampuan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang unggul dibanding produk pesaing.

3. Penciptaan Nilai pada tahap Output.
Bagaimana melakukan  distribusi produk dan pelayanan kepada konsumen. Berbagai pelayanan yang diberikan perusahaan seperti  layanan purnajual (after sales service) atau pengiriman barang yang tepat waktu  dapat menciptakan nilai bagi konsumen/pelangan.


Jenis-Jenis Lingkungan Perusahaan

A. Lingkungan perusahaan  dengan menggunakan perusahaan  sebagai unit Analisis.

Dengan mengunakan perusahaan secara keseluruhan sebagai unit analisis, lingkungan perusahaan dapat dilihat sebagai kumpulan sumber daya, kekuatan, dan lembaga yang akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Lingkungan Perusahaan dapat dibagi kedalam dua jenis yaitu:

1. Lingkungan khusus (Specific environment)
  Terdiri dari para pemegang kepentingan diluar perusahaan (Outside stakeholders) yang secara langsung mempengaruhi  kemampuan organisasi untuk memperoleh sumber daya ekonomi sehingga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Lingkungan khusus perusahaan terdiri dari :                                        
1.a. Pemasok (Supplier)
Kualitas dan harga bahan baku yang disediakan  supplier  sangat mempengaruhi kinerja perusahaan, karena kualitas dan harga bahan baku akan menentukan bersaing tidaknya produk perusahaan dengan pesaing.

1.b. Pesaing (competitors)
Selain pesaing yang berasal dari perusahaan  yang memproduksi produk yang sama, pesaing dapat pula berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang sama, pesaing dapat pula berasal dari perusahaan yang memproduksi produk substitusi, yaitu produk yang memiliki bentuk fisik berlainan dengan produk yang memiliki bentuk fisik berlainan dengan produk perusahaan, tetapi memiliki fungsi yang sama.

1.c. Pelanggan (Customers).
Perusahaan memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan . Perusahaan harus berusaha  memahami kebutuhan konsumen untuk menjadi perusahaan yang unggul.

1.d. Penyalur (distributor)
Saluran distribusi akan menentukan tingkat liputan pasar (market coverage) yang dapat dicapai  oleh produk perusahaan. Saluran distribusi  juga sangat menentukan tingkat ketrsediaan  produk perusahaan diberbagai outlet.

1.e. Kelompok Penekan (pressure groups)
Salah satu contoh kelompok penekan adalah serikat pekerja (Unions). Serikat pekerja memberikan tekanan terhadap kebijakan perusahaan yang bertentangan dengan kepentingan para pekerja.

1.f. Creditors
Selain mengandalkan modal sendiri yang diperoleh dari setoran para pemegang saham, perusahaan pada umumnya membutuhkan bantuan lembaga keuangan bank untuk menunjang kecukupan modalnya.

2. Lingkungan Umum Perusahaan
   Terdiri dari berbagai kekuatan yang akan mempengaruhi perusahaan –perusahaan  secara umum dan mempengaruhi kemampuan perusahaan-perusahaan tersebut untuk memperoleh sumber daya ekonomi.
   Lingkungan Umum perusahaan terdiri dari:

2.a. Economic Forces.
Kekuatan ekonomi memiliki pengaruh makro terhadap kinerja perusahaan yang ada di Indonesia secara keseluruhan.

2.b. International Forces
Sistem ekonomi Indonesia  sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan perdagangan internasional.

2.c. Demographic and Cultural Forces.
Perubahan-perubahan budaya dan demografi Indonesia telah melahirkan berbagai peluang pasar yang baru. Tetapi perubahan budaya disisi lain dapat menimbulkan ketidak pastian bagi perusahaan, karena perubahan budaya dapat pula mengakibatkan terjadinya migrasi nilai berupa pergantian nilai-nilai lama dengan nilai-nilai baru yang belum tentu sejalan dengan arah pengembangan strategi perusahaan jangka panjang.

2.d . Political Forces.
Pemerintah (government) mempengaruhi lingkungan bisnis secara umum melalui pemberlakuan undang-undang dan peraturan-peraturan.

2.e. Technological Forces.
     -  Process technology.
     -  Produck Technology.

B. Lingkungan Perusahaan dengan mengunakan Fungsi-fungsi Organisasi sebagai     Unit Analisis.
  Pengaruh lingkungan perusahaan, baik lingkungan perusahaan  yang bersifat umum (general environment) maupun lingkungan yang bersifat khusus (specific environment), memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap  berbagai fungsi yang ada perusahaan.
   Peningkatan suku bungga pinjaman akan mempengaruhi langsung aktivitas yang dilakukan oleh bagian keuangan perusahaan, tetapi memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap bagian sumber daya manusia.
Read more

Proses dari Perencanaan

1. Tujuan  perencanaan
Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
Dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat rencana berikutnya.
Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
Membuat tujuan lebih jelas, terperinci dan lebih mudah dipahami.
menghemat sumber daya yang diperlukan dalam mencapai sasaran.
Mempermudah dalam mendekteksi bila terjadi pernyimpangan dalam pelaksanaannya.
Membantu memperkirakan peluang dimasa yang akan datang.


2. Langkah-langkah menyusun perencanaan
Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Merumuskan keadaan saat ini
Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan
Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan

Tahap Dasar Perencanaan :
tahap+dasar+perencanaan


HUBUNGAN FUNGSI PERENCANAAN DENGAN FUNGSI MANAJEMEN LAINNYA
1. Perencanaan Vs Pengorganisasian
2. Perencanaan Vs Pengarahan
3. Perencanaan Vs Pengawasan

TIPE-TIPE PRENCANA
1. Dasar pengklasifikasian rencana :
   -Bidang fungsional
   -Tingkatan organisasional
   -Sifat rencana
   -Waktu
   -Unsur-unsur rencana

2. Tipe  utama rencana (pengelompokkan rencana), yaitu :
   a. Rencana Strategis (strategic plans):
      Langkah-langkah proses penyusunan strategic ini :
-Penentuan misi dan tujuan
-Pengembangan profil perusahaan
-Analisa lingkungan eksternal
-Analisa internal perusahaan
-Identifikasi kesempatan dan ancaman strategic.
-Pembuatan keputusan strategic
-Pengembangan strategi perusahaan
-Implementasi strategi
-Peninjauan kembali dan evaluasi (strategic control).

  b. Rencana operasional (operational plans):
     Rencana operasional dibagi menjadi 2 (dua) bagian :
1).Rencana sekali pakai (single use plans)
2).Rencana tetap (standing plans)

HAMBATAN-HAMBATAN PERENCANAAN EFEKTIF
1. Jenis hambatan dalam mengembangkan rencana yang efektif
-Penolakan internal
-Penolakan Eksternal

Hambatan Pembuatan rencana Efektif
-Kurang pengetahuan tentang organisasi
-Kurang pengetahuan tentang lingkungan
-Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif
-Kesulitan perencanaan operasi-operasi yang tidak berulang
-Biaya
-Takut gagal
-Kurang percaya diri
-Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan-tujuan alternatif.

KRITERIA PENILAIAN EFEKTIVITAS PERENCANAAN
-Kegunaan
-Fleksibilitas
-Ketepatan dan obyektivitas
-Ruang Lingkup
-Efektivitas biaya
-Akuntabilitas
-Ketepatan Waktu
Read more

Monday, March 7, 2016

Sejarah Perkembangan Pemikiran Manajemen

Aliran Hubungan Dalam Manajemen
1. Aliran / Teori Manajemen Klasiik
Tokoh pertama sebelum manajemen ilmiah :
Robert Owen (1771-1858) : Menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi dan perbaikan kondisi kinerja.
Charles Babbage (1792-1871) : Mengacu prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi.

a. Aliran manajemen ilmiah (Scientific Management), Tokohnya :
Frederic W. Taylor (1856-1915) (Bapak Manajemen Ilmiah) :
Mengembangkan prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, meliputi :
1) Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen.
2) Seleksi ilmiah untuk karyawan.
3) Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
4) Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.

Frank Bunker Gilbereth (1868-1924) dan Lilian Gilbreth (1878-1972)
Frank merupakan pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, dan menciptakan berbagai teknik manajemen dan sangat tertarik terhadap masalah efesiensi. Sedangkan istrinya Lilian, lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia.

Henry L Gantt (1861-1919) : Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manjemen, seleksi ilmiah tenaga kerja, sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas, dan penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

Harington Emerson (1853-1931) : Masalah pemborosan dan ketidakefesienan yang merupakan penyakit sistem industry.

b. Teori Organisasi Klasik (Classical Organization Theory), Tokohnya :
Henri Fayol (1841-1925) : Merinci manajemen menjadi 5 unsur yaitu, perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan.
Fayol juga mengemukakan 14 prinsip-prinsip manajemen, yaitu : pembagian kerja, wewenang, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, meletakkan kepentingan perseorangan dibawah kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, garis wewenang, order, keadilan stabilitas staf organisasi, inisiatif dan semangat korps.

James D. Mooney : Untuk merancang organisasi perlu diperhatikan 4 kaidah dasar, yaitu: koordinasi, prinsip scalar, prinsip fungsional, prinsip staf.

Mary Parker Follet (1868-1933) : Bertindak sebagai jembatan antara teori klasik dan hubungan manusiawi, karena pemikiran merekaberdasarkan kerangka klasik, tetapi memperkenalkan beberapa unsur-unsur baru tentang aspek-aspek hubungan manusiawi.

Chaster I. Barnard (1886-1916) : Fungsi-fungsi utama manajemen adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya – sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

2. Aliran Hubungan Manusiawi /  Aliran Neoklasik / Aliran perilaku (behavioural)
Tokohnya adalah :
Hugo Munsterberg (1863-19160) (Bapak Psikologi Industri) : Ada 3 cara untuk mencapai peningkatan aktivitas yaitu :
1) Penemuan best possible person
2) Penciptaan best possible work
3) Penggunaan best possible effect untuk memotivasi karyawan.
Elton Mayo (1880-1949) : Mengembangkan studi tentang perilaku manusia dalam berbagai situasi kerja.
3. Aliran Manajemen Modern
Perilaku Organisasi, tokoh-tokohnya :
a. Abraham Maslow : Mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan” dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.
b. Douglas McGrager : Teori X dan Teori Y.
c. Frederick Herzberg : Teori motivasi higienis atau teori dua factor.
d. Robert Blake dan Jane Mouton : Membahas 5 gaya kepemimpinan denga kisi-kisi manajerial.
e. Fred Fiedler : Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.
f. Chris Argyris : Memandang organisasi sebagai sistem social atau sistem antar hubungn budaya.
g. Edgar Schein : Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.
Prinsip-Prinsip Dasar Perilaku Organisasi
a. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip).
b. Manajemen harus sistematik.
c. Pendekatan muotivasional.
d. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan.
e. Manajer masa kini harus diberi latihan dalam pemahaman prinsip-prinsip dan konsep-konsep manajemen.
f. Organisasi harus menciptakan iklim yang kondusif bagi karyawan.
Aliran Kuantitatif (Operation Research / Management Science)
Langkah-langkah pendekatan management science biasanya adalah sebagai berikut :
Perumusan masalah.
Penyusunan suatu model matematis.
Mendapatkan penyelesaian dari model.
Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model.
Penetapan pengawasan atas hasil-hasil.
Peaksanaan hasil dala kegiatan implementasi


Read more

Thursday, March 3, 2016

Pengrtian Sistem Ekonomi dan Bisnis

Selamat datang di artikel saya ini yang berjudul Pengertian Sistem Ekonomi dan Bisnis, semoga dapat membantu anda yang sedang belajar atau mengerjakan tugas.

Permasalahn ekonomi yang utama dapat kita rumuskan ke dalam 3 pertanyaan.

  1. What
    Komoditi apa yang akan di produksi, berapa jumlah yang akna diproduksi dan dengan harga berapa produk tersebut dijual.

  2. How
    Bagaimana barang dan jasa tersebut dihasilkan, siapa yang akan melakukan kegiatan produksi, teknologi produksi apa yang akan digunakan dan sumber daya apa yang dibutuhkan untuk melakukan produksi tersebut.

  3. For Whom
    Untuk siapa barang atau jasa tersebut kita produksi, apakah distribusi income dengan kekayaannya berlangsung adil.
    sistem ekonomi indonesia

Klasifikasi Sistem Ekonomi

1. Sistem ekonomi Pasar (Kapitalis)
       Campur tangan pemerintahan dengan perekonomian negara dibatasi seminimal mungkin dan mekanisme ekonomi diserahkan seluruhnya kepada mekanisme pasar (market mechanism) yaitu suatu mekanisme dimana pembeli dan penjual berinterakis untuk menentukan harga dan pertukaran barang dan jasa. 

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalis)
  • Pemilikan swasta terhadap alat-alat / factor produksi.
  • Terdapat kebabasan untuk berusaha dan bersaing.
  • Produsen menjual hasil produksinya dipasar yang bersaing.
  • Melakukan usaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.
2. Sistem Ekonomi Sosialis
       Struktur perekonomian berbentuk piramida, dimana puncak piramida diisi oleh komisi perencanaan pusat. Sedangkan tingkat paling bawah terdapat ratusan ribu perusahaan yang dimiliki negara yang bertugas melaksanakan perintah dari atas. Harga barang dan jasa tiddak ditentukan oleh mekanisme pasar melainkan ditentukan oleh negara sebagai pemegang kuasa.

Ciri-ciri Ekonomi Sosialis
  • Pemilikan alat-alat dan sumber produksi, tanah, mesin, dll oleh negara.
  • Pengambilan putusan mengenai apa yang akan diproduksi, berapa banyak, bagaimana cara memproduksinya, kapan akan diproduksi ditentukan oleh negara.
  • Penggantian mekanisme pasar dengan perencanaan pusat.
  • Produksi, distribusi, konsumsi dan alokasi sumber-sumber produksi barang ditentukan oleh negara.
3. Sistem Ekonomi Campuran
       Sistem ekonomi yang menyerahkan seluruh penyelesaiaan masalah pokok ekonomi kepada mekanisme pasar tanpa campur tangan Negara maupun system ekonomi yang seluruhnya direncanakan oleh Negara tanpa mekanisme pasar dan tanpa adanya kepemilikan factor produksi oleh masyarakat.4. Sistem Ekonomi Indonesia       Sistem ekonomi saat ini dapat dikelompokkan kedalam system ekonomi campuran. Dalam hal ini  system ekonomi Indonesia disatu sisi mengakui  pemilikan swasta perorangan (private) terhadap factor produksi terutama yang berkaitan dengan cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak sebagai mana diamanatkan oleh pasal 33 UUD 1945. Selain itu Negara memiliki peran didalam  mengatur kegiatan ekonomi nasional melalui serangkaian kebijakan fiscal maupun moneter, mengatur mekanisme pasar melalui penerapan undang-undang no 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat, penetapan upah minimum Regional, penetapan bahan baker minyak, pengaturan distribusi pendapatan antara pusat dan daerah melalui  pemberlakuan Undang-Undang  otonomi Daerah, maupun pelaksanaan usaha yang dilakukan oleh BUMN dan BUMD.

Komponen Sistem Ekonomi Indonesia

 Ada 3 komponen sistem ekonomi Indonesia, yaiut :
  1. Input
    Input system ekonomi  Indonesia  terdiri dari berbagai jenis factor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal dan berbagai sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan bahan tambang.
  2. Proses
    Proses yang  berjalan dalam system ekonomi Indonesia menunjukkan berbagai bauran teknologi yang digunakan untuk memproduksi  barang dan jasa.
  3. Output
    Output system ekonomi Indonesia adalah keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu ( biasanya 1 tahun).
Barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan akan digunakan empat sektor yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia, sebagai berikut :
  1. Bussiness Sectors
    Sektor  ini mengunakan hasil produksi  dari perusahaan lain sebagai input produksi mereka.
  2. Household Sectors
    Sektor rumah tangga yang terdiri dari konsumen secara perseorangan maupun agregat menjadi penguna berbagai barang dan jasa yang dihasilkan sector perusahaan.
  3. Government Sectors
    Pemerintah membutuhkan gedung, peralatan, kenderaan dll yang dapat dipenuhi sector bisnis/perusahaan.
  4. Foreign Sectors
    Banyak perusahaan di luar negeri yang membutuhkan tekstil atau produk lain buatan Indonesia sehingga mereka menginport produk-produk tersebut dari Indonesia.
Usaha usaha yang dijalankan di Indonesia dalam berbagai bentuk usaha memerlukan berbagai Faktor Produksi sebagai input pelaksanaan Bisnis yang terdiri dari :
  • Sumber Daya Manusia (human resources)
  • Modal (capital)
  • Bahan Baku (Raw Materials)
  • Peralatan dan mesin-mesin (equipment and machinery)
  • Tanah dan Bangunan (Land and Building)
  • Entrepreneurship and Intrapreneurship 
  • Teknologi
  • Informations
  • Pelanggan (Customers)

Berikut yang dapat saya sampaikan pada tulisan kali ini yang berjudul Pengertian Sistem Ekonomi dan Bisnis, semoga bermanfaat bagi taman-teman yang sudah mampir ke blog saya ini.
Read more